Ketika Anak Kita Dihina Oleh Orang Lain

Share This Post

A. Pendahuluan

Para pembaca yang baik hati. Pendidikan moral adalah salah satu aspek penting dalam proses pengasuhan anak. Salah satu situasi yang mungkin dihadapi oleh anak-anak adalah ketika mereka dihina oleh orang lain maupun di hina oleh saudara sendiri. Dalam situasi seperti ini, penting bagi orangtua untuk memberikan panduan yang tepat kepada anak-anak agar mereka dapat menghadapinya dengan bijaksana.

Pada artikel ini, penulis akan membahas mengapa orangtua sebaiknya tidak mengajarkan anak-anak untuk membalas hinaan dan alasan mengapa sikap bijaksana seperti yang diajarkan oleh Rasulullah sangat penting dalam menghadapi situasi semacam ini. Silakan simak pembahasannya di bawah ini :

B. Mengapa Tidak Membalas Hinaan?

Sebagai orangtua, kita ingin melindungi anak-anak kita dari segala bentuk rasa sakit dan ketidaknyamanan. Namun, mengajarkan anak-anak untuk membalas hinaan dengan hinaan, maka tidak akan menghasilkan hasil yang positif.

Membalas hinaan dengan hinaan, justru hanya akan memperburuk situasi dan mungkin menghasilkan sebuah siklus kekerasan verbal yang berkepanjangan. Ini tidak akan mengajarkan anak-anak untuk mengatasi konflik dengan damai dan bijaksana.

Dengan mengatasi hinaan dengan bijaksana, maka dapat membantu anak-anak untuk membangun karakter yang kuat dan menunjukkan kepada mereka bahwa kekuatan sejati terletak dalam kemampuan mereka dalam mengendalikan emosi dan merespons dengan baik dalam situasi yang sulit. Hal seperti inilah yang tidak diajarkan di sekolah-sekolah pada umumnya.

Ditambah lagi, dengan kita mengajarkan anak-anak untuk tidak membalas hinaan adalah pelajaran moral yang penting. Hal ini mengajarkan mereka untuk memiliki empati dan pengendalian diri, yang merupakan nilai-nilai moral yang sangat berharga dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Selain itu, Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam adalah teladan sempurna dalam menghadapi hinaan orang. Meskipun beliau selalu menyampaikan ajaran Islam dengan cara yang benar dan baik, tapi beliau seringkali dihina dan direndahkan oleh orang-orang yang tidak setuju dengan ajaran Islam. Namun, Rasulullah tetap sabar dan tidak membalas hinaan. Bahkan, Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam selalu mendoakan kebaikan kepada orang-orang yang menghina beliau. Hal itu adalah contoh yang sangat baik bagi kita supaya kita bisa mencontoh keteladanan Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam.

C. Menyikapi Hinaan sebagai Pemberian Pahala

Salah satu cara pandangan yang bijaksana adalah melihat hinaan sebagai pemberian pahala dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Ketika kita dihina oleh orang lain, maka kita sebenarnya menerima pahala dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala, karena kita menghadapinya dengan ketenangan, pengendalian diri, dan menahan kemarahan. Sederhananya begini, selama kita tetap baik-baik saja, lalu kita di hina orang, maka kita tenang saja. Karena orang yang menghina kita itu sebenarnya sedang mentransfer pahalanya kepada kita. Tentunya enak sekali kita mendapatkan transferan pahala secara gratis.

D. Penutup

Sebagai orangtua, penting bagi kita untuk mengajarkan anak-anak kita untuk menghadapi hinaan dengan bijaksana dan tidak membalasnya dengan hinaan. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk kita semua, baik yang menulis dan juga yang membaca.

 

Ditulis oleh : Admin web Da’wah Mubarokah

More To Explore

Dakwah

Tradisi Pesantren yang Tetap Dilestarikan di Dawah Mubarokah

Meski dunia terus berubah, Pondok Pesantren Dawah Mubarokah tetap menjaga tradisi pesantren klasik yang diwariskan para ulama. Tradisi ini menjadi identitas sekaligus kekuatan pondok dalam membentuk santri.Salah satu tradisi tersebut adalah pembacaan kitab kuning. Setiap hari, santri menghadiri pengajian bandongan di mana kyai membaca kitab, sementara santri mencatat makna

Read More »
Dakwah

Peran Kyai dan Ustadz dalam Pembinaan Santri

Peran kyai dan ustadz di Pondok Pesantren Dawah Mubarokah sangatlah sentral. Mereka bukan hanya pengajar, tetapi juga pembimbing spiritual, pembina akhlak, sekaligus orang tua kedua bagi para santri.Para kyai memberikan keteladanan yang besar melalui tutur kata dan tindakan. Santri belajar bukan hanya dari kitab-kitab, tetapi dari bagaimana kyai bersikap

Read More »
Ada yang bisa kami bantu?
Scroll to Top